Kamis, 22 Jan 2026
  • Contact
  • Blog
Subscribe
kopdesamerahputih.id
  • Home
  • Berita
  • Kopdes
    Koperasi Merah Putih Pamekasan

    Koperasi Merah Putih di Pamekasan Hadapi Tantangan Bisnis Elpiji, Untung Hanya Rp 200 Ribu per Bulan

    By kopdesa
    BISNIS PLAN

    Komponen dari Bisnis Plan Penting

    By kopdesa
    KBLI untuk koperasi

    Memahami KBLI untuk Koperasi

    By kopdesa

    Cabe Jamu atau Cabe Jawa, Jadi Pilihan Petani

    By kopdesa
  • Budaya

    Sistem Pendidikan Nasional Menentukan Masa Depan Indonesia

    By wahyu merdeka

    Sekolah Rakyat Kabupaten Jember Sudah Berjalan

    By kopdesa

    Batik Motif Daun Kelor Jadi Salah Satu Produk Unggulan Sanggar Batik Rajekwesi Situbondo

    By kopdesa

    Bupati Jember Perintahkan Pendidik Rumuskan Iklim Pendidikan

    By kopdesa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • UMKM
  • Pertanian
  • Opinion
  • 🔥
  • Berita
  • Kopdes
  • Kabar Desa
  • Opinion
  • Travel
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Pertanian
  • Technology
Font ResizerAa
kopdesamerahputih.idkopdesamerahputih.id
  • Berita
  • Kopdes
  • Kabar Desa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Budaya
  • Kesehatan
  • Pertanian
  • UMKM
  • Desa Wisata
  • Opinion
Search
  • Home
  • Berita
  • Kopdes
  • Budaya
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • UMKM
  • Pertanian
  • Opinion
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
kopdesamerahputih.id > Blog > Berita > Cabe Jamu atau Cabe Jawa, Jadi Pilihan Petani
BeritaBisnisOpinionPertanian

Cabe Jamu atau Cabe Jawa, Jadi Pilihan Petani

kopdesa
Last updated: 9 Juli 2025 19:14
kopdesa
Share
SHARE

Cabe Jamu atau Cabe Jawa, kini harganya kian melejit, ditingkat petani hingga mencapai Rp 110 ribu per kg kering. Tak heran, jika budidaya tanaman ini semakin menarik perhatian.

Menurut penuturan salah satu Petani asal Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember, Muslih, dirinya sudah berbudidaya tanaman Cabe Jamu ini sejak 10 tahun yang lalu.

“Mulanya hanya sekitar 50 pohon saja,” katanya.

Pada usia diatas satu tahun, setiap batang pohon, kata Muslih bisa berproduksi sekira 05 – 1 Kg cabe Jamu kering.

“Dari 50 pohon itu kami panen setiap 20 hari sekali, total paling hanya 25 kg, atau setara dengan 2,5 juta,” katanya.

Untuk 1 hektar lahan, membutuhkan 1000 bibit, yang dapat menghasilkan keuntungan hingga 500 kg, atau setara dengan Rp 25 juta per 20 hari.

Untuk Budidayanya relatif tidak sulit, karena tanaman ini cenderung menjalar pada pokok tanaman lainnya.

“Tanaman ini mudah tumbuh, asal ditancapkan pada tanah saja sudah tumbuh,” ujar Muslih.

Perawatannya pun juga tidak sulit, tidak perlu menggunakan pupuk kimia, atau membutuhkan perawatan yang berlebihan.

“Kami hanya memanfaatkan kotoran sapi atau kambing yang sudah ada,” ujarnya.

Hanya pada saat panen saja, yang membutuhkan sedikit perlakuan, dengan memberinya air hangat terlebih dahulu sebelum mengeringkan.

“Kalau tidak diberi air hangat, biasanya akan menimbulkan bercak putih, akibat bakteri bawaannya. Kualitasnya jadi kurang bagus,” ujarnya.

Sekarang, Muslih mencoba mengembangkan pembibitan Cabe Jamu disamping rumahnya, yang menjadi penghasilan tambahan.

“Lumayan, per polibag harganya bisa Rp 4000, caranya hanya dengan mengambil batang atasnya saja, atau bisa juga cabang bawah yang menjulur,” katanya.Mengutip Wikipedia, Cabai jawa (Piper retrofractum Vahl) adalah jenis rempah yang masih berkerabat dengan lada dan kemukus, termasuk dalam suku sirih-sirihan atau Piperaceae. Nama lainnya adalah cabya, cabai jamu, cabe jawa atau cabai saja, meskipun penyebutan terakhir ini akan rancu dengan cabai yang sekarang lebih populer, Capsicum annuum. Nama daerah lain adalah cabbhi solak atau cabbhi alas (Madura)[butuh rujukan] dan cabia (Sulawesi).

Produk perdagangan cabai jawa adalah untai yang dikeringkan, berguna sebagai bumbu masak dan berkhasiat pengobatan. Dalam perdagangan, sering kali untai kering ini dianggap sama dengan untai kering dari lada panjang (Piper longum), sehingga lada panjang pun juga sering disematkan pada cabai jawa.

Tumbuhan asli Indonesia ini populer sebagai tanaman obat pekarangan dan tumbuh pula di hutan-hutan sekunder dataran rendah (hingga 600m di atas permukaan laut).

Produknya telah dikenal oleh orang Romawi sejak lama dan sering dikacaukan dengan lada. Di Indonesia sendiri buah keringnya digunakan sebagai rempah pemedas. Sebelum kedatangan cabai (Capsicum spp.), tumbuhan inilah yang disebut “cabai”. Cabai sendiri oleh orang Jawa dinamakan lombok.

Cabai jamu dapat tumbuh di lahan ketinggian 0-600 meter dari permukaan laut (dpl), dengan curah hujan rata-rata 1.259-2.500 mm per tahun. Tanah lempung berpasir, dengan struktur tanah gembur dan berdrainase baik, merupakan lahan yang cocok untuk budidaya cabai jamu.

Tanaman itu memiliki keunggulan dapat tumbuh di lahan kering berbatu. Keberadaan tanggul batu di pematang tegalan dapat dijadikan media merambatnya cabai jamu secara alami.Buah cabai jamu memiliki khasiat sebagai obat sakit perut, masuk angin, beri-beri, reumatik, tekanan darah rendah, kolera, influenza, sakit kepala, lemah syahwat, bronkitis, dan sesak napas. Karena itu, cabai jamu banyak dibutuhkan sebagai bahan pembuatan jamu tradisional dan obat pil/kapsul modern serta bahan campuran minuman.

Rasa pedasnya berasal dari senyawa piperin, dengan kandungan sekitar 4,6 persen.[butuh rujukan] Salah satu jamu populer yang mengandung cabai jamu adalah Jamu Cabe Puyang, yang dibuat dengan bahan utama cabai jamu dan lempuyang.

Cabai jawa berkhasiat juga sebagai insektisida (racun serangga) nabati. Formulasi insektisida nabati campuran ekstrak cabai jawa atau P. retrofractum dan Srikaya (Annona squamosa) efektif dalam upaya menekan persentase kehilangan hasil tomat dan juga serangan Helicoverpa armigera.

Fraksi heksana cair, fraksi III VLC-EtOAc, dan ekstrak metanol langsung cabai jawa aktif sebagai racun perut terhadap larva Crocidolomia pavonana.

Ekstrak Aglaia odorata dan P. retrofractum pada konsentrasi 0,5% dan 1% dapat mematikan rayap tanah hingga lebih dari 80% dan menunjukkan kamampuan penetrasi lapisan tanah oleh rayap sebesar 0%.

Cabai jawa memiliki keaktifan juga dalam perlakuan benih. Perlakuan serbuk cabai jawa dan penjemuran terbukti efektif dalam menghambat perkembangan Callosobruchus maculatus serta tidak menurunkan daya kecambah benih kacang hijau. Perlakuan serbuk cabe jawa dan merica serta penjemuran selama satu minggu, yaitu dapat menghambat perkembangan hingga lebih dari 90%.

Selain bersifat insektisida, cabai jawa juga memiliki sifat fungisida. Piper retrofractum secara in vitro dan in vivo dapat menekan perkembangan cendawan terbawa benih padi dan kedelai.

Diperkirakan bahwa cabai jawa telah digunakan sebagai bahan pembuatan sambal di wilayah Indonesia hingga abad ke-10. Namun kegunaannya tergantikan sejak dibawa dan diperkenalkannya genus cabai dari wilayah Amerika Serikat pada abad ke-16. Pengenalan ini dilakukan oleh orang Spanyol dan Portugal yang datang ke Nusantara.

kopdesa
kopdesa
TAGGED:Cabe Jamu
Share This Article
Email Copy Link Print
Previous Article Bupati Jember Launching Program Gus’e Peduli Kesehatan
Next Article Bunga Telang Ini Dia Manfaat Bunga Telang Bagi Kesehatan
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Your Trusted Source for Accurate and Timely Updates!

Our commitment to accuracy, impartiality, and delivering breaking news as it happens has earned us the trust of a vast audience. Stay ahead with real-time updates on the latest events, trends.
FacebookLike
XFollow
InstagramFollow
LinkedInFollow
MediumFollow
QuoraFollow
- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KBLI untuk koperasi
BisnisBeritaKopdes

Memahami KBLI untuk Koperasi

By kopdesa
Opinion

7 KEBIASAAN YANG HARUS DI HINDARI UNTUK MEMILIKI MENTAL KUAT

By kopdesa
pajak desa
BeritaKabar Desa

Mudahnya Pajak Dilengkapi Panduannya Bagi Bendahara Desa

By kopdesa
Bunga Telang
KesehatanPertanian

Ini Dia Manfaat Bunga Telang Bagi Kesehatan

By kopdesa
kopdesamerahputih.id
Facebook Twitter Youtube Rss Medium

Tentang

Undang-Undang 1945 Pasal 33 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun atas usaha bersama yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Presiden Republik Indonesia sangat mendukung segala upaya untuk menggerakkan koperasi di seluruh Indonesia, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Top kategori
  • Kopdes
  • Kabar Desa
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Budaya
Halaman
  • Tentang
  • Kontak
  • Indexs
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

©berita kopdesa merah putih

ikuti kami!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..
Zero spam, Unsubscribe at any buzzstream.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?