Rata rata semua bangsa yang pernah menjajah dan sampai saat ini menjajah, mereka telah menyemarakan pemikiran dikalangan rakyat.
Melalui terbentuknya sistem pendidikan nasional yang terprogram dari dasar hingga universitas.Terkhusus pengembangan sistematika berpikir sesuai dengan usia, memperkuat potensi kualitas diri, berdialog, literasi, diskusi, menulis, telah dilakukan secara berulang pada setiap generasi.
Kreatifitas,kritis telah wajib dibudayakan kepada setiap individu, baik dikalangan keluarga, lingkungan, kelompok kelompok dengan memberikan ruang kepada setiap individu untuk berkreatifitas pembebasan dengan pemikirannya diaktualisasikan dalam wacana bangsa.
Siapapun dapat membantah atas perbedaan terhadap isi buah pikir orang lain bersama ke logis an, sehingga terbiasa menjadi budaya dan tradisi tertanam disetiap generasi. Memunculkan pemikir pemikir besar hingga dijadikan acuan berpikir bagi dunia.
Lain hal dirasakan oleh negara terjajah, mereka dijadikan tempat olahan untuk ditindas, ditaklukan, dijajah dikuasai, serta tak diberikan tempat untuk pendidikan, pembodohan adalah jalan terbaik bagi para penjajah agar hilangnya kesadaran per lawan an.
Bahkan penjajahan, penaklukan, ketertindasan, masih berlaku di alam modern ini. Caranya yaitu melalui penguatan materialisme, hedonisme, entertainment, pragmatisme, menggunakan elit politisi bodoh, senang dipuji, bermental budak, lemah, mudah dikontrol, disaat menjadi penguasa lebih mengutamakan pembuatan pabrik, mengirim manusia negerinya menjadi pekerja buruh di wilayah negara asing.
Pendidikan utama ditujukan pada rakyatnya agar menjadi pekerja dipabrik pabrik, buruh, perkebunan, pertanian, tanpa mengoles sistem berpikir epistemologi lewat akal bersama ke logis an.
Penghilangan kecerdasan, kepintaran berpikir, maka akan terjajah, tertindas karena ditaklukan pembodohan massif berlangsung tanpa terasa telah terjadi kontrol atas satu bangsa pada negeri lainnya.
Imanuel kan berkata ” beranilah berpikir sendiri.” Malcom X menambahkan ” jika kamu tidak kuat akan itu, siap siap mati untuk itu, buanglah kosa kata itu dari dirimu” Menjauh dari hal hal diatas, maka wajib memperkuat pemikiran atas diri, demi hilangnya tindasan,kontrol, jajahan.



